Bab ini menggambarkan Tao sebagai realitas tak berbentuk, tak bersuara, tak berwujud yang mendasari semua fenomena. Meskipun tak dapat ditangkap oleh indra, ia dapat dipahami melalui perenungan dan penerapan prinsip-prinsipnya pada kehidupan sehari-hari.
Key Concepts
Tao
无形
惚恍
古始
Cite This Chapter
Laozi, Tao Te Ching, Chapter 14, "Melihatnya Tidak Terlihat", laotzu.ai: https://www.laotzu.ai/id/chapters/14/
Classical Chinese, translation, and AI reflection are shown separately; cite this chapter URL for references.
Melihatnya tidak terlihat disebut 'yi'; mendengarnya tidak terdengar disebut 'xi'; merabanya tidak tergenggam disebut 'wei'. Ketiga hal ini tidak dapat dijelaskan lebih lanjut, sehingga tercampur menjadi satu. Atasnya tidak terang, bawahnya tidak gelap; tak terhingga dan tak dapat dinamai, kembali ke keadaan tanpa benda. Inilah yang disebut bentuk tanpa bentuk, gambaran tanpa objek—inilah yang disebut 'huang hu'. Menyambutnya, tidak terlihat kepalanya; mengikutinya, tidak terlihat punggungnya. Peganglah Tao kuno untuk mengendalikan keberadaan masa kini. Mampu mengetahui awal yang kuno adalah esensi Tao.
Renungan mendalam
Bab ini tentang apa?
Bab ini menggambarkan Tao sebagai realitas tak berbentuk, tak bersuara, tak berwujud yang mendasari semua fenomena. Meskipun tak dapat ditangkap oleh indra, ia dapat dipahami melalui perenungan dan penerapan prinsip-prinsipnya pada kehidupan sehari-hari.
Apa hubungannya dengan saya?
Dalam dunia yang penuh kebisingan dan gangguan, bab ini mengajakku untuk diam dan merenungkan apa yang tak terlihat—keheningan di balik suara, kekosongan di balik bentuk. Ini adalah undangan untuk menemukan kedalaman dalam kesederhanaan.
Apa yang harus saya lakukan hari ini?
Luangkan lima menit hari ini untuk duduk diam, tutup mata, dan fokus pada napas. Tanpa berusaha melihat atau mendengar apa pun, biarkan dirimu merasakan kehadiran yang tak terkata di balik kesadaran.
We look at it, and we do not see it, and we name it 'the Equable.' We listen to it, and we do not hear it, and we name it 'the Inaudible.' We try to grasp it, and do not get hold of it, and we name it 'the Subtle.' This is called the Form of the Formless, and the Semblance of the Invisible; this is called the Fleeting and Indeterminable.
AI Modern
Melihatnya tidak terlihat disebut 'yi'; mendengarnya tidak terdengar disebut 'xi'; merabanya tidak tergenggam disebut 'wei'. Ketiga hal ini tidak dapat dijelaskan lebih lanjut, sehingga tercampur menjadi satu. Atasnya tidak terang, bawahnya tidak gelap; tak terhingga dan tak dapat dinamai, kembali ke keadaan tanpa benda. Inilah yang disebut bentuk tanpa bentuk, gambaran tanpa objek—inilah yang disebut 'huang hu'. Menyambutnya, tidak terlihat kepalanya; mengikutinya, tidak terlihat punggungnya. Peganglah Tao kuno untuk mengendalikan keberadaan masa kini. Mampu mengetahui awal yang kuno adalah esensi Tao.
Renungan saya
Apa yang menginspirasi Anda dari bab ini? Bagaimana Anda akan menerapkannya?