Bab ini ngomongin kalo ada tiga macem orang yang nanggapin Tao dengan cara beda. Orang pinter bakal rajin narjauin dan lakuin, orang biasa bingung dan ragu, orang bodoh bakal ketawa. Tao itu paradoxy - keliatan lemah padahal kuat, keliatan nggak keliatan padahal ada di mana-mana.
Key Concepts
闻道
明道若昧
大器晚成
大象无形
Cite This Chapter
Laozi, Tao Te Ching, Chapter 41, "Tiga Jenis Orang Waktu Dengarin Tao", laotzu.ai: https://www.laotzu.ai/bew/chapters/41/
Classical Chinese, translation, and AI reflection are shown separately; cite this chapter URL for references.
orang atas kalo denger Tao, dia rajin narjauin; orang tengah kalo denger Tao, dia kayak bingung juga; orang bawah kalo denger Tao, dia nurut ketawa-ketiwi. Kalo orang-orang nggak ketawa, berarti itu bukan Tao beneran. Jadi kata orang dulu: jalan Tao keliatan kayak gelap, maju Tao keliatan kayak mundur, rata Tao keliatan kayak nggak rata. 德 besar keliatan kayak lembah yang kosong, putih bersih keliatan kayak hitam, 德 yang luas keliatan kayak kurang, bangunin 德 keliatan kayak males, asli bener keliatan kayak berubah, kotak besar nggak punya sudut, benda besar baru kelar akhir, suara gede nggak kedengaran, bentuk gede nggak keliatan, Tao tak keliatan dan nggak punya nama. Nah, cuma Tao doang yang bisa nyimpan dan nyampein semua.
Renungan Dalam
Apa isi pasal ini?
Bab ini ngomongin kalo ada tiga macem orang yang nanggapin Tao dengan cara beda. Orang pinter bakal rajin narjauin dan lakuin, orang biasa bingung dan ragu, orang bodoh bakal ketawa. Tao itu paradoxy - keliatan lemah padahal kuat, keliatan nggak keliatan padahal ada di mana-mana.
Gimana hubungannye ame gue?
Gw ngerasa kalo gw kadang jadi orang tengah - ada kalanya gw pengen nurut sama jalan hidup yang bener, tapi ada juga kalanya gw ragu dan males. Gw pengen jadi orang yang时俱进 dan beneran narjauin Tao dalam hidup gw sehari-hari.
Gue harus ngapain hari ini?
Hari ini gw mau ngecek diri sendiri: gw lebih mirip orang atas, tengah, atau bawah waktu ngadepin ajaran yang beda? Gw bakal coba buka hati buat dengerin sesuatu yang baru meskipun keliatan aneh atau beda dari apa yang biasa gw percaya.
Scholars of the highest class, when they hear about the Tao, earnestly carry it into practice. Scholars of the middle class, when they have heard about it, seem now to keep it and now to lose it. Scholars of the lowest class, when they have heard about it, laugh greatly at it. If it were not (thus) laughed at, it would not be fit to be the Tao. The Tao is hidden, and has no name; but it is the Tao which is skilful at imparting (to all things what they need) and making them complete.
AI Modern
orang atas kalo denger Tao, dia rajin narjauin; orang tengah kalo denger Tao, dia kayak bingung juga; orang bawah kalo denger Tao, dia nurut ketawa-ketiwi. Kalo orang-orang nggak ketawa, berarti itu bukan Tao beneran. Jadi kata orang dulu: jalan Tao keliatan kayak gelap, maju Tao keliatan kayak mundur, rata Tao keliatan kayak nggak rata. 德 besar keliatan kayak lembah yang kosong, putih bersih keliatan kayak hitam, 德 yang luas keliatan kayak kurang, bangunin 德 keliatan kayak males, asli bener keliatan kayak berubah, kotak besar nggak punya sudut, benda besar baru kelar akhir, suara gede nggak kedengaran, bentuk gede nggak keliatan, Tao tak keliatan dan nggak punya nama. Nah, cuma Tao doang yang bisa nyimpan dan nyampein semua.
Renungan Gue
What does this chapter inspire in you? How will you apply it?